Usrotun Hasanah

Guru Kelas VI SD Negeri 2 Garung Kabupaten Wonosobo....

Selengkapnya

"Kata Terakhir" (2)

Lanjutan ...

Ken berteman baik dengan Bob. Mereka selalu bersama menjalani hari-hari di sekolah. Ken merasa beruntung memiliki teman sebaik Bob. Dalam setiap kesempatan Bob selalu menolong Ken. Begitu juga dengan Ken. Ia selalu menolong Bob dalam banyak hal.

Persahabatan mereka semakin erat. Hingga suatu hari, ayah Ken mengetahui Ken jarang melatih sihirnya. Ia lebih memilih bermain bersama Bob di hutan. Mereka sangat menyukai kupu-kupu di hutan itu. Bahkan tak jarang mereka berenang di bawah air terjun yang berada di bawah sekolahnya.

"Ken, ayah ingin bicara denganmu," kata ayah setibanya Ken di rumah.
"Iya, Yah," jawab Ken lirih.
"Akhir-akhir ini, kau selalu pulang terlambat. Ayah tahu, kau pergi ke hutan bersama Bob. Iya, kan?" kata ayah.
"Eee... iya, Yah," jawab Ken sambil menunduk.
"Mengapa kau tak melatih sihirmu? Kau tidak akan lulus jika kau tetap sepert itu!" ayah Ken mulai marah.
"Maafkan aku, Yah. Ken akan berlatih setelah ini," kata Ken berusaha menyenangkan hati ayahnya.
"Baiklah, ayah tunggu di bawah air terjun itu!" kata ayah menunjuk salah satu air terjun di sekitar sekolah sihir. Ken pun mengangguk.

Ayah ken adalah seorang penyihir hebat. Ia sangat terkenal di Pulau Magic. Namun sebaliknya dengan Ken. Ia tidak menguasai ilmu sihir. Pelajaran yang diajarkan oleh guru dan ayahnya, tak banyak yang ia kuasai. Ken memang tidak menyukai sihir.

"Ayo, Ken, tunjukkan kehebatanmu!" kata ayah Ken dari seberang sungai.
"Baik, Ayah," Ken pun menunjukkan jari-jarinya ke arah air terjun itu. Namun tak terjadi apa-apa.
"Konsentrasilah, Ken!" kata ayah.
"Lihat air terjun itu baik-baik!" lanjut ayah Ken.
Namun Ken tak bisa membalikkan arah aliran air terjun itu ke atas. Ken menunduk, ia tak bisa melakukannya. Ken melihat kupu-kupu yang biasa ia kejar bersama Bob. Kupu-kupu itu telah memecah konsentrasinya.
"Aku tak bisa melakukannya! Kupu-kupu itu melarangku," kata Ken.
"Apa! Kupu-kupu?" ayah Ken mulai marah.
"Lihatlah, Ayah! Kupu-kupu itu sedang bermain dengan gembira, dan aku tak tega mengusiknya," Ken mencoba membuat ayahnya mengerti.
"Hah, alasan saja kau, Ken!" kata ayah. Ia pun meninggalkan air terjun. Membiarkan Ken sendirian di sana.

Sepeninggal ayah Ken, beberapa kupu-kupu mendekati Ken. Kupu-kupu kuning berkata, "Ken, mengapa kau tidak melakukannya? Kami bisa pergi dari sini."
"Tidak Kupu-kupu, aku tidak akan pernah mengusik kegembiraan kalian, bermainlah sesuka kalian. Aku pergi dulu, ya," kata Ken. Ken segera menyusul ayahnya pulang
__

Di sekolah sihir, Ken tengah menunggu Bob di pintu gerbang sekolah. Ia tampak gelisah. Sudah sesiang ini, Bob belum terlihat batang hidungnya.

Teng! Teng! Teng! Bel tanda masuk kelas berbunyi. Bob belum terlihat juga. Ken pun meninggalkan pintu gerbang sekolah. Ia masuk ke kelas. Betapa kagetnya Ken melihat Bob sudah duduk di kursinya.

"Hai, Bob! Sejak tadi aku menunggumu di pintu gerbang. Ternyata kau sudah ada di sini. Memangnya engkau lewat pintu sebelah mana?" tanya Ken.
"Aku lewat pintu gerbang, Ken. Seperti biasanya," jawab Bob tanpa melihat Ken.
Ken merasa heran, tidak mungkin ia tidak melihat Bob melewati pintu gerbang. Dan sikap Bob pagi ini sangat aneh.
"Hmm... ada yang tidak beres," pikir Ken.


Bersambung ...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Yg ini akan dibukukan? Bagusnya.

12 Apr
Balas

Rencananya seperti itu, Bu. Karya salah satu siswa saya.

16 Apr

Semakin penasaran kapan lanjutan ke 3 ya?

13 Apr
Balas

Iya, Mas. Sabar ya.

16 Apr

Semakin penasaran kapan lanjutan ke 3 ya?

13 Apr
Balas

Secepatnya.

16 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali