Usrotun Hasanah

Guru Kelas VI SD Negeri 2 Garung Kabupaten Wonosobo....

Selengkapnya
Suamiku Pinter Nyambel

Suamiku Pinter Nyambel

Bagi sebagian orang libur akhir pekan dimanfaatkan untuk pergi ke luar kota. Ada yang pergi ke tempat rekreasi, pusat perbelanjaan, atau silaturrahim dengan sanak keluarga. Namun berbeda dengan keluarga kecilku. Dua hari ini kami memilih tinggal di rumah. Selain malas dengan kemacetan di sana sini, kami memang tidak ada rencana pergi ke luar kota sebelumnya.

Pagi tadi suamiku berkata, "Punya lombok, Bu?"
"Ada," jawabku.
"Nanti siang bikin sambel terasi saja," lanjut suamiku.
"Ya. Mau lauk apa?" tanyaku.
"Seadanya," jawab suamiku.

Mungkin sama seperti perempuan-perempuan berkeluarga lainnya. Setiap hari aku sering dipusingkan dengan menu makan untuk keluarga. Bukan pusing sih, namun bingung, hehe... Kemarin sudah lauk tempe, hari ini tahu, besok apa, ya?

Alhamdulillah, suami dan anakku termasuk "mudah". Mereka tidak pilih-pilih lauk. Ini membuatku lebih leluasa menentukan menu.

Siang ini kami sibuk di dapur. Aku merebus sawi hijau untuk lalab. Sementara suamiku yang bikin sambel. Bukannya aku tidak bisa nyambel. Tapi kata suamiku sambelku tidak pedas. "Aku saja yang nyambel," katanya.

Oke lah kalau begitu, hitung-hitung irit tenaga. Terima kasih suamiku.

Kebiasaan ini sudah berlaku sejak kami menikah. Kami selalu bekerja sama mengurus anak, rumah, dan lain-lain. Ada sebagian laki-laki yang merasa tabu ketika mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
"Itu kan kerjaan perempuan, tugasku mencari nafkah," kata mereka.

Alhamdulillah, tanpa aku minta, suamiku selalu membantuku menyelesaikan urusan rumah tangga. Tak ada kata canggung menyapu halaman, mencuci baju, dan menjemurnya. Dia melakukan semua itu karena keinginannya mencontoh Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah, semoga istikomah suamiku.






DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wah suami luar biasa, beruntung ibu memilikinya, kalau butuh resep sambel jenis yang lainnya hubungin saya he..he..salam literasi

15 Apr
Balas

Alhamdulillah, Pak Mulya. Saya sangat bersyukur bersuamikan dia. InsyaAllah kapan-kapan saya minta resep dari Bapak. Salam literasi. Sambel pun jadi tulisan. Haha.

15 Apr

Suami siaga ya? Siap antar jaga, siap masak juga. Siip...

15 Apr
Balas

Iya, Bu Min. Alhamdulillah.

15 Apr

Selamat berhari libur bun..

15 Apr
Balas

Sama-sama, Mba Dyahni. Liburan ke mana, nich?

15 Apr

Ngiriiiiiii......... Hehehe....

15 Apr
Balas

Anda pasti bisa, bersabarlah Mba.

15 Apr

Keren, "Sambel pun jadi tulisan haha.. " Memang kalau sudah biasa menulis, apa pun, kapan pun, dan di mana pun bisa jadi ide tulisan. Tinggal kita sebagai eksekutornya sanggup mewujudkannya dalam berbagai bentuk tulisan atau tidak. Selamat, suami Ibu luar biasa, selalu siaga hehe..

21 Apr
Balas

Haha.. Alhamdulillah. Inilah salah satu cara saya melatih keterampilan menulis, Bu.

21 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali