Usrotun Hasanah

Guru Kelas VI SD Negeri 2 Garung Kabupaten Wonosobo....

Selengkapnya
Syifa, Percayalah Allah SWT akan Menolongmu
Kunjungan ke Rumah Syifa

Syifa, Percayalah Allah SWT akan Menolongmu

Pukul sembilan tepat bel tanda istirahat berbunyi. Anak-anak segera keluar dari kelas masing-masing. Terlihat beberapa siswa sudah berada di teras kelas. Seperti biasa, saat berpapasan dengan guru, mereka mengulurkan tangan untuk mengajak salaman. Di depan pintu kelas tiga, bocah laki-laki yang wajahnya selalu berseri menyapaku, "Bu, salim." Itulah yang selalu ia ucapkan saat bertemu denganku. Syifa, namanya.

"Iya," jawabku sambil menyalaminya.

Setelah kuusap kepalanya, biasanya Syifa langsung pergi. Namun hari ini, ia masih berada di depanku dan berkata, "Bu, doakan aku ya, hari Senin aku mau operasi."

"Oh ya, di mana?" tanyaku.

"Di Semarang," kata Syifa.

"Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa operasi, Nak," kupeluk tubuh mungil Syifa.

Bahagia rasanya mendengar ucapan Syifa. Akhirnya Allah SWT memberi jalan untuknya.

"Kamu latihan pramuka tidak?" tanyaku.

"Nggak, nanti aku pulang pukul sebelas," jawab Syifa.

"Ibu ingin bertemu ibumu, nanti kita pulang bareng, ya," kataku.

"Iya, Bu," jawab Syifa tersenyum.

Syifa pergi, lalu bermain bersama teman-temannya. Aku pun menuju kantor. Teh hangat sudah menanti di sana.

Alhamdulillah, segelas teh hangat mengobati dahagaku. Ditambah dua potong geblek jajajan khas Wonosobo cukup mengisi perutku yang keroncongan.

Bel tanda masuk berbunyi. Teh hangat telah habis, begitu pun dengan geblek. Aku kembali ke kelas. Di kelas aku ceritakan apa yang terjadi dengan Syifa. Anak-anak kelas enam bersimpati dengan nasib Syifa. Mereka sepakat memberi bantuan untuk Syifa. Alhamdulillah uang kas kelas enam sudah terkumpul cukup banyak. Mereka mengambil sebagian untuk diberikan kepada Syifa.

Hari Sabtu, pelajaran berakhir pukul sebelas. Anak-anak pulang lebih awal. Naily, Firda, dan Nida ke rumah Syifa. Mereka mewakili teman-temannya. Mereka berjalan kaki, sementara aku dan Syifa berbocengan naik sepeda motor. Kurang lebih tujuh menit, kami sampai di rumah Syifa.

"Assalamualaikum, Mak, ada Bu Usrotun," kata Syifa memanggil ibunya dari teras rumah.

Ibu Syifa keluar dari rumahnya. Ia mempersilakan kami masuk. Kami duduk di ruang tamu yang tak begitu luas namun terlihat bersih.

Beberapa saat kami ngobrol. Ibu Syifa menceritakan awal kejadian hingga rencana hari Senin lusa Syifa akan mendaftar operasi di RS Karyadi.

Syifa mengalami musibah saat ia masih duduk di bangku kelas satu. Wajahnya mengalami luka bakar. Saat itu kakaknya menyalakan api di tungku, Syifa berada di dekatnya. Oleh kakaknya api disiram tiner. Api menjilat wajah mungil Syifa. Terbakarlah wajah polos bocah ini. Wajah yang terbakar itu lama kelamaan membentuk keloid. Hingga beberapa minggu terakhir Syifa merasakan sakit di bagian kanan pipinya. Ternyata ada infeksi di bekas luka bakar di pipinya. Luka itu kadang-kadang mengeluarkan air. Orang tua Syifa memeriksakan Syifa ke Puskesmas Garung. Di sana Syifa dirujuk ke RSUD Wonosobo. Atas saran dokter yang menanganinya. Ada dua pilihan RS rujukan, RS Sarjito atau RS Karyadi. Untuk rujukan ke RS Sarjito baru bisa ditangani tiga bulan kemudian. Akhirnya diputuskan untuk operasi di RS Karyadi.

Sambil berkaca-kaca, Ibu Syifa menceritakan bagaimana penderitaan yang Syifa alami. Beberapa temannya mengatakan wajah Syifa seperti zombie. Ibu mana yang rela anaknya dijadikan bahan olokan. Sejak saat itu, ia memikirkan bagaimana supaya Syifa bisa menjalani operasi. Setiap hari, saat salat malam, ia selalu menitikkan air matanya. Memohon kepada Allah SWT supaya diberi jalan keluar.

Selama ini Syifa tidak pernah mengelukan apa yang ia alami. Ia selalu ceria dengan kondisi wajah yang tak sempurna. Namun Allah Mahaadil, di balik kekurangan fisiknya, Syifa memiliki kelebihan, ia termasuk anak yang pandai di kelasnya. Selain itu, ia juga mudah bergaul.

Permohonan Ibu Syifa didengar oleh Allah SWT. Tidak biasanya Syifa mengeluhkan sakit pada lukanya. Hingga kedua orang tuanya membawanya ke Puskesmas dan mendapat rujukan untuk operasi di RS Karyadi. Menurut ibu Syifa, andai Syifa tidak mengeluh, mungkin Syifa belum mendapat rujukan untuk menjalani operasi.

Menurut Pak Bihun, salah satu tokoh masyarakat di Garung Latar belakang keluarga Syifa termasuk menengah ke bawah. Ayah Syifa bekerja sebagai tukang kayu. Sementara itu, Ibu Syifa mengidap penyakit lemah jantung. Ia tidak boleh kelelahan. Sehingga ia tidak diperkenankan untuk bekerja oleh suaminya.

Untuk biaya operasi, keluarga Syifa mengandalkan BPJS. Aku ikut bersyukur, operasi Syifa bisa ditanggung oleh BPJS. Setidaknya bisa meringankan beban keluarganya.

Kedatanganku dan tiga siswa kelas enam ke rumah Syifa sekedar memberi motivasi kepada Syifa dan keluarganya. Semoga Allah SWT memberinya kesabaran dan kekuatan. Aamiin.

Di luar dugaan, foto yang kujadikan status dalam WA telah menarik simpati beberapa teman dan keluarga. Alhamdulillah, beberapa donatur telah memberikan sumbangan untuk Syifa. Salah satunya Bu Heni. Pukul lima sore ini, ia dan suami jauh-jauh dari Sukoharjo menitipkan bantuan untuk Syifa. Terima kasih Bu Heni dan keluarga. InsyaAllah kebaikan panjenengan dan keluarga, Allah catat sebagai amal ibadah.

Berapa pun rupiah yang masuk, akan sangat membantu Syifa dan kekuarga. Lebih dari itu, harapan dan doa dari para simpatisan semoga dikabulkan Allah SWT. Aamiin yaa rabbal aalamiin.

Bagi teman-teman dan saudara-saudara yang ingin membantu Syifa, bisa menghubungi

WA :

1. 085725069777 (Usrotun Hasanah)

2. 081327001077 (Bapak Bihun)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali